Belanja Mitu

Bayi 0-6 Bulan Bayi Baru Lahir 15 Oktober 2019

8 Tips Perawatan Bayi Baru Lahir

Oleh: Mitu Baby

BAGIKAN

perawatan bayi baru lahir

Perawatan bayi baru lahir – Turut berbahagia buat Moms yang melahirkan si Kecil dengan selamat. Kini saatnya merawat bayi yang baru lahir secara cermat dan benar, agar si Kecil selalu sehat dan tumbuh dengan sempurna. Apalagi bayi baru lahir rentan terkena penyakit, karena sistem imun yang lemah. Merawatnya pun diperlukan kesabaran dan ketelitian. Kerjasama antara keluarga pun dibutuhkan agar Moms tidak repot berlebihan saat merawat bayi yang baru lahir. Tenang Moms, berikut 8 tips perawatan bayi baru lahir yang Moms wajib ketahui. Semoga bermanfaat bagi Moms dan keluarga.

Merawat Bayi Lahir yang Baik dan Benar


1.    Perawatan Tali Pusat

Bayi baru lahir masih memiliki tali pusat yang masih melekat, namun untuk lotus birth tali pusat bayi tidak akan dipotong secara paksa sehingga dibiarkan bersama dengan plasenta sampai terputus dengan sendirinya. Baik lotus birth maupun tali pusat dengan kondisi terpotong Moms tetap harus memberikan perhatian dan juga perawatan yang tepat karena salah perawatan hanya akan menyebabkan infeksi.

Cara Membersihkan Tali Pusat Bayi

Jika tali pusat terkena air saat dimandikan, keringkanlah dengan cotton bud atau kain kasa steril. Cara mengeringkannya adalah dengan menggulingkan cotton bud ke kanan dan ke kiri secara lembut pada tali pusar bayi sehingga kotoran - kotorannya menempel pada bagian kapas cotton bud. Namun jika Moms membersihkannya menggunakan kasa, pastikan kain kasa nya kering karena jika kain kasa lembab dapat membuat tali pusat bayi terinfeksi dan Moms tidak perlu membungkus tali pusat bayi dengan kain kasa baru. Luka pada tali pusat bayi tidak sama dengan luka di bagian kulit lain yang perlu dibungkus, menurut Baby Gaga, tali pusat bayi akan cepat kering dan sembuh tanpa ditutupi karena memerlukan sirkulasi oksigen.

Kesalahan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Hindari memberikan aneka ramuan atau rempah di pangkal tali pusat, termasuk alkohol atau cairan antibiotik jika tanpa saran dan resep dari dokter. Moms cukup membersihkan tali pusat dengan air bersih dengan mengusapnya menggunakan spons atau kain lembut agar tetap kering. Perawatan ini harus dilakukan satu sampai dengan dua minggu sampai tali pusat tersebut benar-benar putus. Perlu Moms ingat pula jangan mencabut bekas luka yang kering, biarkan saja luka tersebut tanggal dengan sendirinya. Setelah putus bersihkanlah dengan bayi oil secara lembut dan hati-hati.


2.    Perawatan Mata Bayi Baru Lahir

Perawatan Mata Bayi baru lahir

Perawatan bayi baru lahir yang wajib diketahui selanjutnya adalah perawatan mata bayi. Mata bayi akan mudah mengeluarkan kotoran. Oleh sebab itu, Moms harus membersihkannya dengan kapas steril yang dibasahi dengan air hangat. Membersihkan mata bayi ini tidak boleh menggunakan air mentah dan cara membersihkannya pun harus tepat yaitu dengan mengusapnya dari dalam ke luar. Penggunaan kapas atau cotton bud yang digunakan untuk mengusapnya juga hanya boleh digunakan untuk satu kali mengusap mata. Lakukan hal ini secara berulang hingga mata bayi bersih.

Mencegah Mata Bayi Belekan

Dianjurkan untuk Moms melakukan perawatan mata bayi dengan memijat area mata bayi dengan lembut mulai dari sudut mata ke arah mata bawah dan ke arah hidung, lakukan pijatan ini secara berulang 5-10 kali. Memijat mata bayi dapat dilakukan dalam waktu 2 minggu sekali. Biasanya mata bayi yang belekan akan hilang jika saluran air mata telah sempurna, jika tidak Moms harus segera membawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan segera.

 

 

 

3.    Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir


Kulit bayi harus mendapatkan perawatan yang tepat karena perawatan yang salah hanya akan membuat kulit bayi terkena berbagai macam masalah. Kulit yang tidak dirawat dengan benar akan memunculkan gatal-gatal, ruam merah, biang keringat, dan masih banyak lagi lainnya. Bagi kulit bayi yang sensitif perawatan lebih ekstra karena berbeda dengan kulit bayi normal.  Untuk merawat kulit bayi agar dalam kondisi yang bagus Moms bisa menggunakan produk perawatan khusus bayi dengan kandungan aman dan tidak menimbulkan iritasi atau alergi. Produk perawatan yang dibutuhkan oleh bayi mestinya tidak mengandung alkohol, tidak mengandung pewangi buatan, tidak mengandung paraben, dan bahan berbahaya lainnya. Selain menggunakan produk perawatan yang tepat, Moms bisa mencegah biang keringat yang muncul dengan mengatur temperatur ruangan atau kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan karena biang keringat mudah muncul. Tidak hanya itu saja Moms harus mengatur sirkulasi udara di dalam kamar agar lancar, sirkulasi udara yang tidak lancar hanya akan menyebabkan kamar menjadi lembap dan hal tersebut tidak bagus untuk kesehatan bayi.

Menjaga Kelembapan Kulit Bayi

Hal lain yang harus Moms perhatikan dalam merawat kulit bayi yang baru lahir adalah jangan memandikannya terlalu sering, karena hal ini dapat mengakibatkan kulit bayi kehilangan minyak alami yang dikandungnya. Moms disarankan untuk memandikan bayi sebanyak 2 - 3 kali dalam seminggu cukup dengan menyeka permukaan kulit bayi dengan handuk basah, hal ini dilakukan setidaknya hingga usia si Bayi berumur 1 bulan atau lebih. Setelah bayi dimandikan, jangan lupa oleskan pelembap khusus kulit bayi. Gunakan pelembab bayi sesering mungkin terutama jika cuaca panas karena kulit bayi sangat rentan kering. Oleskan juga pelembap ini pada bagian lipatan bayi, terutama lipatan paha yang rentan terjadi ruam akibat pemakaian popok. Moms harus memastikan kulit si Bayi benar - benar kering sebelum mengoleskan pelembap dan membiarkan krim pelembapnya benar - benar kering sebelum memakaikan popok atau pakaian bayi.


4.    Perawatan Kulit Kepala


Bayi baru lahir sering bermasalah dengan kulit kepalanya. Masalah yang sering muncul adalah kerak atau cradle crap di kulit kepala. Penyebabnya, kulit kepala bayi rentan terkena debu, keringat, juga polusi udara. Untuk mengatasinya, Moms bisa menggunakan baby oil. Caranya sangat mudah yaitu diamkan baby oil di kerak kulit kepala kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit, kemudian bersihkan dengan menggunakan cotton bud secara lembut, setelah itu bilas kulit kepala dengan air biasa. 

Untuk membersihkan kerak di kulit kepala bayi tidak bisa hanya dilakukan dalam satu kali coba, Moms harus membersihkannya beberapa kali dan jangan dipaksakakn. Moms juga harus tahu bahwa sebaiknya jangan membersihkan atau mengelupas kerak kulit kepala dalam keadaan kulit kepala kering, tindakan ini dapat membuat kulit kepala bayi menjadi iritasi. Hati-hati saat melakukan perawatan kepala bayi, karena di dalamnya mengandung pembuluh darah yang langsung terhubung ke otak. Jika pembuluh darah terganggu, aliran darah ke otak juga terganggu Moms.

Kerak kepala ini juga mudah datang kembali, sehingga penting bagi Moms untuk menjaga kulit kepala bayi tetap sejuk dan kering. Jika kerak di kulit kepala bayi Moms masih terus terjadi dan menyebar, sebaiknya Moms segera konsultasikan langusng dengan dokter kulit untuk mencegahnya.


5.    Perawatan Rambut


Perawatan bayi baru lahir sebaiknya dilakukan setelah suhu tubuhnya stabil dalam waktu tidak kurang dari enam jam. Suhu air untuk cuci rambut pun sebaiknya 37 hingga 37.5 derajat celcius. Catat juga waktu mencucinya tidak sampai lebih dari lima menit. Seberapa seringkah rambut bayi yang baru lahir dicuci? Cukup satu kali seminggu ya Moms. Terlalu sering mencuci rambut bayi ternyata bisa menghambat tumbuhnya sistem kekebalan tubuh.

Merawat dan Melindungi Rambut Bayi

Selain merawat rambut bayi dengan membersihkannya menggunakan shampoo, agar rambut bayi tumbuh sehat dan lebat bisa dengan melakukan penggunaan bahan alami secara rutin. Moms bisa menggunakan bahan alami seperti daging lidah buaya, minyak kemiri, atau daun seledri untuk perawatan rambut bayi yang alami. Oleskan daging lidah buaya atau daun seledri yang sudah dihaluskan pada kulit kepala si Bayi sebelum dimandikan, atau jika Moms ingin menggunakan minyak kemiri yang dioleskan di kulit kepala bayi sebelum tidur. 

Selain tips tersebut, Moms jangan lupa untuk mengenakan topi yang longgar dan ringan pada Bayi jika ingin mengajaknya keluar. Topi membantu melindungi rambut bayi dari terik sinar matahari, debu, dan polusi yang beresiko merusak rambut bayi. Sebaiknya Moms juga tidak memakaikan aksesori rambut yang berlebihan agar tidak membebani rmabut.


6.    Perawatan Hidung

 

Perawatan bayi baru lahir bagian hidung memerlukan kehati-hatian. Moms bisa membersihkan bagian luar hidung saja saat menemukan cairan atau kotoran hidung yang keluar. Hal ini dikarenakan hidung bagian dalam memiliki daya pembersih tersendiri dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Membersihkan Kotoran Hidung Bayi

Jika hidung bayi kotor dan menyumbat pernapasan, Moms bisa melakukan dengan beberapa cara untuk membersihkannya seperti cara berikut ini:

  • Untuk bayi usia dibawah 6 bulan, Moms bisa menggunakan tetes saline.
  • Menggunakan kapas, cotton bud, atau kain yang sudah direndam air hangat terlebih dahulu. Benda - benda ini digunakan untuk melunakan kotoran atau lendir di hidung yang sudah mengering atau berkerak.
  • Penggunaan aspirator hidung bayi untuk menyedot lendir pada hidung bayi.
  • Memijat lembut bagian ujung hidung, alis, tulang pipi, garis rambut, dan bawah kepala.
  • Pergi ke dokter jika pilek atau hidung tersumbat pada Bayi tidak membaik selama beberapa hari dan jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan demam dan muntah. 


7.    Perawatan Telinga


Perawatan bayi baru lahir pada bagian telinga sering membuat bingung, bahkan banyak yang melakukan perawatan yang salah. Perawatan yang salah ini hanya akan membuat telinga bayi tidak bisa berfungsi dengan baik. Selama ini masih banyak orang tua yang menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga padahal hal ini adalah cara yang salah karena justru akan membuat kotoran telinga bayi masuk ke dalam telinga kembali. Cara terbaik untuk membersihkan telinga bayi Moms bisa meneteskan 1 tetes baby oil ke lubang telinga bayi. Kotoran pun akan keluar dari lubang telinga dengan sendirinya setelah beberapa hari. Sementara daun telinga bisa dibersihkan setiap Moms memandikan bayi dengan menggunakan cotton buds khusus bayi.

 

 


8.    Perawatan Mulut, Kuku, dan Pantat


Jika si Kecil mengonsumsi susu formula, endapan putih yang diakibatkan oleh susu formula akan muncul di lidah, dinding mulut, maupun langit-langit mulut sehingga harus dibersihkan dengan kasa steril yang dicelupkan ke dalam air hangat matang. Lilitkan kasa pada jari tangan Moms, kemudian bersihkan endapan putih. 


Dimanakah kuman bersarang pada bayi? Salah satunya di balik kuku si Kecil. Hindarkan kuman – kuman jahat itu masuk ke mulut dan tubuhnya Moms. Potong secara berkala dengan hati-hati dan gunakan gunting khusus bayi.  
Area tertutupi popok juga mesti dirawat dengan seksama. Kulit di area ini harus segera dibersihkan terutama jika si Kecil buang air kecil atau besar. Sebaiknya segera lap dengan tisu basah khusus ganti popok, seperti Mitu Baby Ganti Popok Wipes yang bisa mencegah bayi dari ruam popok. Ingat juga untuk selalu ganti popok bayi secara rutin, jangan menunggu popok hingga penuh kotoran.

Produk Perawatan Bayi Baru Lahir Terbaik Dari Mitu Baby


Merawat bayi dengan baik sesuai tips di atas, tentu harus diiringi pemilihan produk perawatan bayi baru lahir yang tepat. Rangkaian produk  perawatan bayi baru lahir dari Mitu Baby terbukti aman dan halal untuk merawat bayi baru lahir. Khusus perawatan bayi baru lahir, Mitu Baby memiliki Mitu Baby Sensitive Wipes, tisu basah yang lembut untuk kulit bayi baru lahir. Untuk perawatan kulit saat mandi, gunakan sabun bayi Mitu Baby Milk Bath yang mengandung Ekstrak Oatmilk agar kulitnya selalu lembut dan lembab. Sehabis mandi, segarkan kulit bayi dengan bedak cair Mitu Baby Liquid Powder, bedak berbentuk losion tanpa partikel debu yang aman bagi pernapasan bayi. Jangan lupakan Mitu Baby Oil dan Mitu Baby Cologne yang akan membuat kulit bayi makin sehat dan terawat.

Baca Juga Artikel Lainnya: