Bayi 0-6 Bulan Bayi Baru Lahir 17 November 2018

Benarkah Penggunaan Bedak Talk Aman Untuk Bayi?

Oleh: dr. Vinny Yoanna, Sp.A

BAGIKAN

Bedak dan bayi adalah dua hal yang berjalan seiringan. Sesudah mandi, sesudah berganti popok, mau pergi jalan-jalan, bahkan sebelum tidur, para Moms memberi bedak kepada bayinya.

Namun, ada beberapa hal yang Moms perlu perhatikan sebelum menggunakan baby talk.  Pada si Kecil yang berisiko tinggi penyakit pernapasan, sejumlah kecil partikel saja sudah dapat mengiritasi paru-paru. Mereka yang berisiko tinggi termasuk bayi prematur, si Kecil dengan penyakit jantung bawaan, dan yang mengidap RSV atau Respiratory syncytial virus.

RSV adalah virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Ini merupakan hal yang sangat umum terjadi pada banyak anak- anak terutama anak usia dua tahun ke bawah.  Pada beberapa kasus, infeksi virus RSV dapat menjadi parah terutama pada bayi prematur dan bayi dengan kondisi penyakit yang mendasarinya terutama anak dengan bakat asma atau saluran napas sensitif.

Jika si Kecil tidak termasuk yang berisiko tinggi dan Moms tetap memutuskan untuk menggunakan bedak, lakukanlah dengan hemat. Bubuhkan sedikit saja bedak di tangan, jauh dari bayi, tidak langsung ditaburkan pada atau di dekatnya.

Sebaliknya, jika si Kecil termasuk yang berisiko tinggi, lebih baik hentikan penggunaan bedak kecuali jika dokter anak Moms mengatakan hal yang berbeda.

Jaga wadah bedak jauh dari jangkauan si Kecil dan dari saudara dan saudarinya yang lebih tua juga.  Moms tentu tidak ingin tangan-tangan kecil mereka meraih wadah itu lalu dibuat mainan sehingga partikel-partikel halusnya masuk ke saluran pernapasan mereka secara tidak sengaja.

Untuk mencegah iritasi kulit, jaga agar bedak tidak menggumpal di kulit, apalagi sampai terakumulasi. Setiap kali mengganti popok, basuh atau bersihkan bubuk bedak yang mungkin telah terakumulasi dengan saksama, terutama di lipatan kulit si Kecil. Hal ini untuk menghindari si Kecil terkena iritasi.