Kehamilan Bayi Baru Lahir 26 September 2018

Kram pada Masa Kehamilan: Bahaya dan Penanganannya

Oleh: dr Gita Pratama, SpOG

BAGIKAN

Kram merupakan akibat dari kontraksi atau pergerakan otot, yang seringkali membuat otot meregang dan menegang. Kram bisa datang kapan saja, termasuk saat Moms hamil. Menurut Holly Puritz, M.D, setiap kandung kemih Momspenuh, selepas orgasme, berolahraga berat, atau pertumbuhanembrio, wajar bila rahim berkontraksi sehingga menyebabkan Moms kram. Selama trimester pertama, kram bisa terjadi karena perubahan normal yang terjadi selama perkembangan bayi.

Meski tidak berbahaya, namun Moms perlu mewaspadai hal-hal berikut ini pada masa kehamilan:

Terlalu sering kontraksi

Hitunglah berapa kali Moms mengalami kontraksi. Moms perlu waspada bila rahim berkontraksi sebanyak lebih dari 6 kali per jamnya. Jumlah kontraksi yang besar merupakan pertanda buah hati dapat/harus lahir secara prematur.

Kram berkepanjangan

Meski kram pada masa kehamilan merupakan hal yang umum dan wajar, kram yang berkepanjangan bisa membahayakan kondisi Moms dan calon bayi. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko lahir prematur, penanda kehamilan ektopik, atau pendeknya leher rahim.

Pendarahan

Bila Moms mengalami kram dan pendarahan pada waktu yang bersamaan, segera cek kondisi kehamilan Moms pada dokter dan meminta USG. Pendarahan merupakan tanda keguguran atau kondisi plasenta menutupi leher rahim.

Sakit perut berlebihan

Kram nyatanya tidak hanya mengintai kesehatan rahim, namun juga dapat menyebabkan seseorang menjadi sakit perut berlebihan. Sakit perut berlebihan dapat dirasakan dari adanya sakit di bagian perut dan punggung,mual, muntah, serta demam dan tekanan darah yang tinggi. Hal tersebut bisa menjadi gejala keguguran, peradangan pada ginjal, empedu, penyakit usus buntu, atau pun infeksi pada saluran pencernaan.

Apabila Moms mengalami kram bersamaan dengan beberapa hal di atas, berikut cara menanganinya:

  • Cari waktu untuk relaksasi dan istirahat
  • Kompres wilayah yang kram dengan handuk hangat
  • Minum minuman yang hangat dan banyak
  • Mandi air hangat
  • Pemanasan sebelum beraktivitas
  • Konsultasi pada yang ahli