Kehamilan Bayi Baru Lahir 26 September 2018

Lakukan Ini Jika Moms Sakit Flu Saat Hamil

Oleh: dr Gita Pratama, SpOG

BAGIKAN

Penyakit flu kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Tapi, cerita bisa berbeda jika Moms sedang hamil. Masa-masa kehamilan adalah masa yang rentan kuman penyakit. Simak lebih lanjut bagaimana flu bisa membahayakan kehamilan dan cara mengatasinya.

Apakah flu berbahaya untuk wanita hamil?

Ya. Sistem kekebalan tubuh Moms  terkadang melemah saat hamil sehingga lebih rentan terhadap penyakit. Flu bisa menjadi serius dengan cepat ketika Moms hamil dan situasi bisa bertambah rumit jika terjadi infeksi bakteri seperti pneumonia.

Wanita hamil yang menderita flu juga memiliki risiko lebih besar mengalami masalah dengan perkembangan janinnya, termasuk mengalami kelahiran prematur.

Tentu, banyak wanita hamil yang menderita flu, tidak mengalami hal-hal yang serius. Tapi data menunjukkan bahwa Moms lebih berisiko terkena gangguan kesehatan yang serius saat hamil.

Gejala yang wajib diwaspadai?

Biasanya, flu dimulai dengan gejala demam, pusing dan lelah. Diikuti dengan hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, batuk dan menggigil. Mungkin juga Moms mengalami diare atau muntah.

Segera dapatkan pertolongan dokter jika Moms mengalami gejala:

  • Kesulitan bernapas atau napas tersengal
  • Dahak berdarah
  • Sakit atau tertekan di dada atau perut
  • Pusing tiba-tiba
  • Muntah terus-menerus
  • Pergerakan bayi dalam kandungan tidak seaktif biasanya
  • Demam tinggi yang tidak reda oleh obat golongan asetaminofen.

Apa yang harus dilakukan ketika merasa gejala flu mulai datang?

Tinggal saja di rumah, batasi kontak dengan orang lain, dan hubungi dokter. Dokter akan menentukan apakah perlu menjalani pemeriksaan tertentu dan obat apa yang bisa Moms konsumsi. Pemeriksaan mungkin termasuk pemeriksaan nasal. Jika Moms sendirian di rumah, minta seseorang untuk sering datang mengunjungi Moms.

Jika Moms usai berdekatan dengan seseorang penderita flu, tanyakan kepada dokter tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena flu. Perlu diingat bahwa penderita flu bisa menularkan virusnya beberapa hari sebelum mereka jatuh sakit dan sampai waktu seminggu setelah gejala hilang.

Bagaimana mengobati flu saat Moms hamil?

Segera atasi demam yang terjadi. Obat golongan asetaminofen adalah obat yang direkomendasikan ketika Moms hamil.

Minum banyak air putih.

Mungkin, dokter akanmemberikan obat jenis antiviral. Antiviral bisaberupa pil, cairan, atau inhaler. Obat ini berguna untuk memerangi flu dengan cara mencegah virus berkembang di tubuh Moms, membuat Moms lebih cepat merasa baik dan meringankan gejala-gejala yang timbul. Antiviral paling efektif jika diberikan dua hari setelah gejala flu muncul, tapi biasanya dokter tetap akan memberikan antiviral walau gejala sudah muncul lebih dari dua hari pada orang yang berisiko tinggi.

Bagaimana cara menghindari flu?

Dapatkan vaksinasi flu sesegera mungkin  saat musim hujan. Vaksin memerlukan waktu beberapa minggu untuk membangun kekebalan tubuh Moms. Dengan vaksin, Moms dapat melindungi diri dari serangan flu sampai enam bulan ke depan.

Sering-seringlah mencuci tangan, termasuk sebelum makan, setelah bersin, dan sesudah ke toilet. Praktikkan cara mencuci tangan yang benar, basuh kedua tangan dengan sabun selama sekitar 20 detik lalu bilas dengan air bersih. Ketika tidak tersedia air dan sabun, gunakan tisu basah atau cairan antiseptik yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

Jangan gunakan tangan untuk menutup mulut atau hidung saat bersin. Itu akan membuat tangan Moms berkuman dan kuman mudah menyebar ke tempat lain. Tutupi mulut dan hidung dengan tisu atau saputangan sekali pakai dan buang segera tisu itu ke tempat sampah tertutup.

Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut. Mungkin, Moms mengira tangan Moms bersih. Tapi, jika Moms habis menyentuh pegangan pintu, kulkas atau benda apa saja yang disentuh juga oleh orang lain yang mungkin tangannya mengandung kuman, berarti tangan Moms juga tidak bebas kuman.

Virus dan bakteri dapat hidup selama dua sampai delapan jam di permukaan yang keras. Bersihkan dengan teratur berbagai permukaan benda-benda seperti mainan, meja, pegangan pintu, telepon, meja dapur dan toilet dengan cairan desinfektan. Patuhi petunjuk penggunaan pada label botol desinfektan.

Jauhi orang yang menderita flu termasuk jika itu adalah orang rumah Moms.