Bayi 0-6 Bulan Bayi Baru Lahir 26 September 2018

Melatih Kemampuan Berbicara pada Bayi

Oleh: dr. Vinny Yoanna, Sp.A

BAGIKAN

Salah satu aspek kecerdasan yang wajib dimiliki setiap anak adalah kecerdasan komunikasi. Melalui komunikasi anak dapat mengucapkan kata-kata pertamanya, memperluas kosakata dan mengembangkan kemampuan otaknya.

Bermain ‘ciluk ba’, berbicara saat mengganti popoknya, dan bernyanyi ketika Moms  menggendong, mengayun dan menidurkannya, adalah cara yang menyenangkan untuk melatih bayi berkomunikasi. Pasalya otak si Kecil  menyerap suara, nada dan bahasa yag akan dia gunakan mengucapkan kata-kata pertamanya.

Tahukah Moms, anak-anak yang memiliki orangtua yang sering mengajak mereka berbicara, cenderung memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik daripada anak-anak yang jarang diajak berbicara oleh orangtuanya.

80% perkembangan fisik otak anak terjadi selama tiga tahun pertama. Saat otaknya semakin besar, ia juga membentuk hubungan yang dibutuhkan untuk berpikir, belajar dan memproses informasi. Hubungan ini, yang disebut juga dengan sinapsis, terbentuk pada tingkat super cepat, sekitar 700 per detik dalam beberapa tahun pertama.

Sering berbicara pada bayi akan menyalakan sinapsis penting di bagian otaknya yang menangani bahasa. Semakin banyak kata yang ia dengar, maka semakin kuat koneksi mental itu Prose situ dapat memperkuat kemampuan bahasa anak di masa depan dan kemampuannya untuk belajar secara keseluruhan.

Bayi yang sering diajak bicara akan memiliki kosa kata lebih banyak dibanding teman sebayanya pada usia dua tahun.

Inilah beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk melatih si Kecil

  • Bicaralah pada si Kecil sesering mungkin. Kecerewetan orangtua menular pada si Kecil.  Orangtua yang komunikatif akan merangsang si Kecil untuk komunikatif pula.
  • Luangkan waktu berdua saja dengan si Kecil. Melatih si Kecil berbicara akan lebih efektif bila dilakukan hanya berdua saja, tidak ada orang dewasa lain atau anak-anak di sekitar Moms dan si Kecil.
  • Ketika si Kecil mencoba untuk berbicara pada Moms, jangan menginterupsi atau berpaling darinya. Si Kecil perlu tahu bahwa Moms sedang mendengarkan dirinya.
  • Tataplah mata si Kecil, karena dia akan berbicara lebih baik ketika dia melihat mata Moms.
  • Batasi waktunya menonton televisi. Terlalu banyak menonton televisi bisa menghambat pertumbuhan bahasanya. Ia akan malas untuk berbicara dan berkomunikasi karena lebih asyik mendengar.
  • Berbicaralah pada orang dewasa, bisa ayah atau orang di rumah, saat si Kecil berada di dekat Moms. Si Kecil juga perlu mendengar bagaimana percakapan orang dewasa sehari-hari.
  • Aktiflah berbicara pada si Kecil sampai ia tumbuh dewasa demi perkembangan kecerdasan otaknya.